Sepotong Hati Untuk Kalian, Adik-adikku
Bulan demi bulan terus berganti. Hari demi hari telah kita lewati. Setiap jam, setiap menit, dan setiap detikpun telah kita lalui bersama. Tak terasa waktu terus berlalu. Sudah hampir satu tahun kita bersama, meluangkan waktu untuk bisa berkumpul dalam lingkaran cinta ini.
Masih melekat dalam ingatan kakak saat pertama kali membina kalian. Rasa cangung, segan, malu, bahkan takut masih melekat pada diri kita, terutama kakak yang saat itu benar benar pertama kalinya dalam hidup, kakak membina sebuah kelompok. Namun dengan semangat yang berkobar, rasa itupun mulai hilang.
Hari pertama membina kalian berjalan dengan baik, semangat untuk terus membinapun semakin meningkat. Pertemuan keduapun berjalan dengan baik. Namun di pertemuan selanjutnya, semangat itu mulai memudar secara perlahan, ketika satu persatu dari kalian pergi meninggalkan lingkaran ini, hingga kini hanya tersisa tiga orang.
Dengan semangat yang mulai memudar itu, lingkaran ini terus berjalan. Minggu demi minngu berjalan, namun ternyata saat itu kakak tersadar, bahwa hati kita belum terikat. bahkan saat itu kakak baru menyadari bahwa ternyata nama kalian belum melekat sempurna dalam hati kakak.
Maafkan kakak yang belum bisa menjadi tempat kalian untuk mencurahkan segala isi hati, mencrahkan segala keluh kesah, yang belum bisa mengayomi kalian, yang belum bisa menjadi kakak yang baik untuk kalian.
Terimakasih karena kalian masih mau bertahan meskipun hati kita belum terikat seutuhnya.
Kakak berharap, meskipun hati kita belum terikat, jangan biarkan lingkaran ini menghilang. Kita sambung kembali ikatan hati kita yang sempat terhenti, dan sepotong hati ini kakak berikan untuk kalian adik-adikku yang kakak cintai karena Allah.

Komentar
Posting Komentar